You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
383 Miras di Cilandak Diamankan
photo Aldi Geri Lumban Tobing - Beritajakarta.id

383 Botol Miras Tak Berizin Disita di Cilandak

Puluhan personel gabungan Satpol PP, Kepolisian dan TNI merazia sejumlah restoran, cafe serta warung jamu di Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (27/2) dini hari. Hasilnya, sebanyak 383 botol miras berbagai merek disita.

Saat dirazia, mereka tidak bisa menunjukkan surat-surat izinnya sehingga kita sita

Kasatgas Pol PP Kecamatan Cilandak, Victor Siahaan mengatakan, razia dilaksanakan sesuai Perda No 8 Tahun 2007, tentang ketertiban umum dan Permendag No 6 Tahun 2015 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap Pengadaan, peredaran, dan Penjualan minuman beralkohol. Sebanyak 56 personel gabungan yang terdiri dari 30 personel Satpol PP, Camat dan jajarannya tujuh orang, lurah dan jajarannya empat orang, Kapolsek dan jajarannya 10 orang, dan Koramil lima personel.

"Razia ini karena aduan masyarakat muda-mudi sering mabuk-mabuk di lokasi tersebut. Saat dirazia, mereka tidak bisa menunjukkan surat-surat izinnya sehingga kita sita," tegasnya, Sabtu (27/2).

Miras dan Sajam Diamankan dari Kalijodo

Adapun razia di Jalan Cipete Raya, sebanyak 120 botol miras diamankan dari Restoran Distrik, 70 botol dari Restoran Boku Buka, dan 30 botol di toko jamu. Di tempat lain seperti di Jalan Pangeran Antasari petugas mengamankan 145 botol miras dari Cafe Yesterday Lounge, kemudian 18 botol dari warung jamu di Jalan Melati.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1210 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1203 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1013 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye968 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye870 personBudhi Firmansyah Surapati